SELAMAT DATANG DI RADIO DAKWAH DAN KEMANUSIAAN
DAILY PROGAM RADIOSDK

RADIO DAKWAH DAN KEMANUASIAAN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

RADIO DAKWAH DAN KEMANUSIAAN

Wah! Sadio Mane Kini Pakai Nomor 10 di Liverpool.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

News Terbaru

Klopp Ungkap Peluang Alex Oxlade-Chamberlain Main di Musim Ini.

Liverpol

Liverpool Resmi Boyong Xherdan Shaqiri dari Stoke City.

GALERI MOZAIK RAMADHAN 1443 H/2022 M

GALERI MOZAIK RAMADHAN 1443 H/2022 M
YAYASAN KEMANUSIAAN BMS INDONESIA
SAKSIKAN TERUS STREAMING KAMI DI FACEBOOK BMS INDONESIA

Beberapa Daftar Nama Tokoh Muhammadiyah yang Dinobatkan Pahlawan Nasional


Ilustrasi Kyai Haji Ahmad Dahlan, Muhammadiyah. (Sumber: kemdikbud.go.id)

RADIOSDK.COM LUMAJANG - Muhammadiyah dikenal sebagai satu di antara organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis Islam terbesar di Indonesia.


Berdasarkan sejarah, Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Darwis yang kemudian dikenal sebagai KH. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912.


Itulah mengapa, setiap 18 November diperingati sebagai milad Muhammadiyah. Pada 2022 ini, Muhammadiyah akan merayakan milad yang ke-110 tahun.


Terlepas dari itu, Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang memiliki peran penting pada perjuangan kemerdekaan Indonesia.


Bahkan, Muhammadiyah banyak melahirkan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan yang akhirnya mendapat gelar Pahlawan Nasional.


Inilah siapa saja tokoh Muhammadiyah yang bergelar Pahlawan Nasional?


Berikut ini daftar nama tokoh Muhammadiyah yang bergelar Pahlawan Nasional, dikutip dari laman itb-ad.ac.id, Rabu (16/11/2022).


Daftar Nama Tokoh Muhammadiyah yang Bergelar Pahlawan Nasional

KH Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah. Lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1968. Perjuangannya dalam membangun bangsa tidak terbantahkan, beliau mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tahun 1961 berdasarkan SK Presiden No.657 pada 1961.

Hj. Siti Walidah, pendiri gerakan perempuan Aisyiyah. Beliau dinobatkan Pahlawan Nasional pada 10 November 1971 sesuai Keputusan Presiden Nomor 42/TK.

Fatmawati Soekarno, ibu negara pertama yang juga menjahit Sang Saka Merah Putih. Beliau diangkat menjadi Pahlawan Nasional lewat Keppres Nomor 118/TK/200 pada tanggal 4 November tahun 2000.

Ir. Soekarno. Beliau adalah Presiden pertama RI. Beliau juga merupakan anggota dan sosok yang mencintai Muhammadiyah.

Jenderal Soedirman adalah Panglima Besar TNI dan Pahlawan Nasional yang aktif di organisasi Muhammadiyah.

Ir. Djoeanda merupakan Perdana Menteri dan Menteri Keuangan zaman awal republik. Beliau adalah Pahlawan Nasional yang juga aktif di Muhammadiyah.

KH. Fachrodin, ulama dan Pahlawan Nasional. Beliau dianugerahi Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no.16 tahun 1964.

Buya Hamka, seorang ulama, Pahlawan Nasional dan gerilyawan saat masa revolusi. Beliau ulama yang disegani dan aktif di Muhammadiyah sampai akhir hayat.

KH. Mas Mansoer adalah ulama sekaligus negarawan. Beliau merupakan anggota Badan Pengurus Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).


Daftar Nama Tokoh Muhammadiyah yang Bergelar Pahlawan Nasional

Ki Bagus Hadikoesoemo adalah anggota BPUPKI dan Panita Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Kasman Singodimejo merupakan Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (Cikal bakal DPR), anggota BPUPKI dan PPKI. Jaksa Agung Indonesia di zaman revolusi. Pada November 2018, Presiden Jokowi memberi anugerah Pahlawan Nasional kepada beliau.

Abdul Kahar Muzakkir adalah anggota Panitia Sembilan dan ikut serta merumuskan Pancasila. Beliau dianugerahi Pahlawan Nasional pada 2019.

Ki Bagus Hadikusumo adalah anggota BPUPKI dan ikut serta mencetuskan Pancasila. Beliau dianugerahi Pahlawan Nasional pada 2015.

A.R. Baswedan merupakan satu di antara Diplomat pertama Republik Indonesia. Beliau dianugerahi Pahlawan Nasional pada 2018.

Gatot Mangkupraja merupakan pelopor Pembentuk Tentara PETA dan Laskar Hisbullah. Beliau dianugerahi Pahlawan Nasional pada 2004.

Otto Iskandardinata merupakan pengusul Soekarno dan Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Beliau juga merupakan guru HIS Muhammadiyah Jakarta.

Agus Salim adalah anggota Panitia Sembilan, anggota Muhammadiyah zaman KH Ahmad Dahlan.

Adam Malik merupakan pendiri LKBN ANTARA, Wakil Presiden RI/Kader Pandu Hizbul Wathan Muhammadiyah.

 Sumber: itb-ad.ac.id



Guru Sebagai Penentu Cetak Kader Terbaik Bangsa



RADIOSDK.COM LUMAJANG - Peradaban suatu bangsa ditentukan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan akhlak penduduk bangsa, apabila penduduk suatu bangsa mempunyai ilmu yang luas dan teknologi yang maju serta memiliki akhlak Yang mulia, maka bangsa tersebut akan maju. Sedangkan penguasaan ilmu dan akhlak penduduk suatu bangsa ditentukan oleh para guru, apabila guru memiliki sifat-sifat yang ideal, maka akan melahirkan generasi dan peserta didik yang ideal pula, yaitu generasi yang memiliki ilmu yang mendalam dan penguasaan teknologi yang tinggi serta memiliki akhlak Yang mulia.



Yang menjadi pertanyaan, apa kriteria guru yang ideal? Guru akan menghasilkan peserta didik yang berperangai tinggi dan berilmu luas apabila memiliki sifat-sifat sebagai berikut:



Pertama, bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Guru yang baik melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya semata-mata melakukan ridho dari Allah subhanahu wa ta'ala, setiap perkataan dan perbuatan diukur dengan Alquran, hadis dan penjelasan ulama yang ahli dalam bidang Alquran dan hadis, materi yang diajarkan sesuai dan ketentuan Allah dan metode yang digunakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah dan berinteraksi dengan murid dan masyarakat sesuai dengan etika yang ditetapkan oleh Allah dan nabi nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.



Kedua, wara'. Guru yang bertakwa menghindari segala hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, baik berkenaan dengan hati maupun anggota badan, bahkan meninggalkan hal-hal yang halal, karena khawatir jatuh pada hal-hal yang diharamkan oleh Allah, maka karena itu dia menghindari perkataan-perkataan yang tidak penting, karena khawatir terjerumus pada perkataan yang diharamkan dan menghindari makan makanan yang syubhat, karen khawatir terjerumus pada makanan yang haram serta menghindari pergaulan yang menimbulkan perbuatan maksiat.



Ketiga, menguasai materi yang diajarkan. Seorang guru yang ideal mempelajari materi yang akan diajarkan dengan baik, sehingga menguasai materi yang diajarkannya serta mampu menyampaikan materi dengan baik, sesuai dengan kondisi dan situasi peserta anak didik yang diajar. Apabila seorang guru menguasai materi dengan baik dan menggunakan metode yang baik, maka materi akan mudah dipahami peserta didiknya dan materi ini disampaikan diserap dengan baik.


Keempat, berakhlak mulia. Seorang guru dituntut berakhlak mulia baik pada siswa maupun pada masyarakat pada umumnya, karena guru yang berakhlak mulia akan berpengaruh terhadap perilaku peserta Didi k yaitu mempunyai peserta didik yang cerdas dan berakhlak kemudian. Maka karena itu seorang guru harus berpegang teguh kepada akhlak dalam berinteraksi dengan peserta didik dan masyarakat, yaitu jujur, amanah dan penuh kasih sayang, Seorang guru menghindari akhlak yang tercela, seperti ujub, sombong, berhati kasar, bersikap suwenang-wenang dan zalim. Guru yang berakhlak mulia akan melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan generasi yang cerdas.


Kelima, mendoakan peserta didik. Guru yang ideal mendoakan siswanya agar supaya oleh Allah diberikan iman dan taqwa serta ilmu yang banyak dan luas serta sukses dunia dan akhirat, doa ini dilakukan setiap waktu, terutama setelah melaksanakan shalat lima waktu dan shalat malam. Doa yang dilakukan oleh seorang guru semata-mata harapan ridho dari Allah subhanahu wa ta'ala dan mengharapkan mempunyai peserta didik yang bermanfaat kepada agama, bangsa dan negara.


Dengan demikian guru mempunyai peran yang sangat penting dalam kemajuan dan kemunduran suatu bangsa, apabila suatu bangsa dipenuhi oleh guru-guru yang berilmu dan berperangai mulia, maka akan maju karena melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulya serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap bangsa dan negara. Wallahu a'lam bish showab.(Red)


Penulis DR. KH. Abdul Wadud Nafis LC,. MA Pengasuh Ponpes Manarul Qur'an Kutorenon-Lumajang

Kelompok Pendongeng Pulau Gilingan Sumenep Menerima Buku Bacaan dari Jabodetabek


RADIOSDK.COM MADURA RAYA - Pada hari Ahad, 13 November 2022, Kelompok Pendongeng Pulau Gilingan Sumenep menerima sumbangan buku dari seorang yang bernama Suntini, Jabodetabek. 


Mbak Sun, demikian panggilan akrab Suntini, memiliki kepedulian terhadap minat baca dan sebagai guru TK di daerah Jabodetabek. Ia adalah lulusan atau alumni Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan Probolinggo Jawa Timur. Ia datang ke pulau Gilingan bersamaan dengan acara Majelis Haul Pondok Pesantren Badridduja yang diselenggarakan di pulau Gilingan Sumenep, hari Ahad (13/11/2022).


Selesai acara Haul tersebut, diperkirakan pukul 12.15 WIB, mbak Sun menyerahkan buku yang disumbangkan pada Kelompok Pendongeng Pulau Gilingan. Penerima sumbangan diwakili oleh Abdul Wasit, yang juga sebagai pengelola Perpustakaan Pantai Agung Budin Pulau Gilingan. 


Sumbangan buku tersebut sangat berarti bagi warga atau pembaca buku di pulau Gilingan. Diharapkan selain mbak Sun, terdapat pihak-pihak lain yang peduli untuk memberikan sumbangan buku-buku bacaan, sehingga keberadaan masyarakat pulau Gilingan lebih berkembang dan dapat melahirkan generasi-generasi yang berkualitas. (SIP).

Gilingan Sumenep, Tuan Rumah Majelis Haul Masyayikh Ponpes Badridduja Kraksaan


RADIOSDK.COM MADURA RAYA - Pulau Gilingan Sumenep menjadi tuan rumah spesial dalam kegiatan Majelis Haul Masyayikh Pondok Pesantren Badridduja, Kraksaan, Probolinggo, berlangsung dengan khidmat pada hari Ahad (13/11/2022).


Dalam acara tersebut, hadir KH. Tauhidullah Badri, pengasuh Pondok Pesantren Badridduja. Nyai Hj. Lailatul Jum'ah Badri, pengasuh wilayah Al-Mabrur Ponpes Badridduja Kraksaan. Hadir pula Gus Fatih selaku Ketua Yayasan Badridduja, dan para cucu almarhum KH. Badri Mashduqi, yang juga hadir seperti Gus Sajjad, dan Gus Nabil, putra almarhum KH. Muzayyan Badri. 


Fasilitator Himpunan Alumni Santri Badridduja atau HASB Pusat untuk kehadiran perwakilan HASB yang datang dari sejumlah daerah, seperti, HASB Probolinggo peserta terbanyak, HASB Situbondo, HASB Bondowoso, HASB Jember, HASB Lumajang, HASB Madura meliputi Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Paguyuban Alumni dari Jabodetabek dan dari perwakilan Mojekerto juga hadir acara ini. 


Suksesnya acara ini juga karena dukungan dari segenap alumni dari sejumlah daerah tersebut. Terdapat dua bus dan dengan jumlah peserta alumni sekitar 150 orang dari Pondok Pesantren Badridduja, Kraksaan, Probolinggo, diberangkatkan pada hari Sabtu. 


Pada hari berikutnya, Ahad (13/11/2022) sekitar pukul 07.00 WIB rombongan Himpunan Alumni Santri Badridduja berangkat dari pelabuhan Kapedi Sumenep menuju pulau Gilingan dengan menggunakan transportasi perahu. 


Pulau Gilingan, Desa Banmaleng, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, menjadi tuan rumah acara Majelis Haul Masyayikh tersebut, pada kesempatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan. 


Bapak Tohari, selaku tuan rumah. Ia lulusan MA Badridduja Kraksaan tahun pelajaran 1999/2000. Selain aktif pengelola Yayasan Nurul Jadid atau MI Nurul Jadid, ia pun sebagai pengusaha ikan teri di pulau ini dengan sejumlah karyawannya. 


Dari pulau sebelah, Giliraja, hadir dari Pondok Pesantren Nurul Ulum Giliraja, seperti Kiai Ahmad Fauzi dan Kiai Marzuki. 


Peran alumni santri Badridduja yang berada di pulau Gilingan dan Giliraja, turut andil dan perannya dapat diperhitingkan. Kerjasama dan kekompakan antaralumni bersama masyarakat setempat, seperti Buhari, Zainal, Sunahlan, Rasyidi, Abdussalam dan Subiono. 


Kehadiran warga setempat, di pulau Gilingan hampir 800 orang hadir dalam acara ini. Antusiasme menyimak ceramah KH. Tauhidullah Badri dan diharapkan menjadikan ceramah tersebut dapat menambah wawasan, penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama (Islam) serta memberikan keberkahan dan kemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari. (SIP)

Suharto Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPW SWI Jatim


RADIOSDK.COM PASURUAN RAYA - Sekber Wartawan Indonesia (SWI) sebuah organisasi profesi wartawan yang sedang berproses dalam rangka mewujudkan insan Pers yang profesional, independen dan kompetitif di era digital ini, terus menata diri baik dari organisasi maupaun peningkatan kapasitas SDM wartawan yang bernaung di organisasi SWI.


Sejalan dengan hal tersebut, pengurus DPW Jawa Timur menggelar Rapat koordinasi (Rakor) dalam Rangka pembentukan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Jatim yang diselenggarakan di jalan Raya Bangil - Pandaan KM 1 No.43 Bangil, Pasuruan, Jawa timur, Sabtu ( 5/11/2022).


Hadir dalam acara tersebut, dihadiri langsung Sekjen Hery Budiman dan Humas Gunawan DPP SWI, serta 43 orang jajaran pengurus DPW dan DPD SWI Jatim.


Dalam rapat koordinasi tersebut, menghasilkan keputusan yaitu terpilihnya ketua DPW SWI Jawa Timur yang dinahkodai oleh Suharto, SH.


Selanjutnya, dari dewan pengurus DPW SWI Jatim langsung berkoordinasi mengisi struktur divisi yang kosong. Agar bisa segera diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dengan harapan segera ditertibkan surat keputusan (SK) yang baru dan segera didaftarkan ke Bakesbangpol Jawa timur, guna memenuhi syarat kelengkapan lembaga profesi SWI diajukan ke dewan pers (DP) agar keberadaannya diakui oleh Negara, ungkap Sekjen SWI Hery Budiman.


Hery melanjutkan, kami pihak DPP bersyukur pada hari ini kepengurusan DPW SWI Jatim telah terbentuk dan dipimpin oleh pak Suharto. Harapan kami dengan terbentuknya kepengurusan DPW SWI Jatim ini, bisa mewarnai dunia kewartawanan di Jawa timur makin maju, baik profesionalisme maupun kesejahteraan wartawannya, terangnya 


Pada kesempatan yang sama, Gunawan humas DPP SWI mengatakan, ” Dengan terbentuknya kepengurusan DPW Jatim yang baru ini, kami berharap agar segera mengembangkan sayap dengan membentuk kepengurusan di kabupaten/Kota di seluruh wilayah Jawa timur seperti Madura, karena di Madura ada 4 Kabupaten, tuturnya.


Sementara, Suharto ketua DPW SWI Jatim terpilih menyampaikan “Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar SWI khususnya yang ada di Jawa Timur bisa eksis baik secara kelembagaan maupun karya jurnalistik dan kesejahteraan di Jawa Timur bisa lebih baik, dan kami mengapresiasi semangat seluruh pengurus DPW maupun DPD di Jawa timur ini, yang secara proaktif memberikan sumbangsih saran, pikiran, ide dan gagasan agar SWI kedepan bisa menjadi organisasi profesi bagi Wartawan yang tangguh dan profesional,” paparnya.


Selain, membahas agenda utama yaitu Penetapan Pengurus DPW Jatim juga diadakan diskusi membahas apa saja agenda DPW SWI Jawa Timur ke depan, baik itu yang bersifat internal maupun eksternal demi mewujudkan organisasi yang sehat dan kredible.@ABL Cs